Pemkab Karo Utamakan Edukasi, Pengusaha Wisata Minta Maaf soal Parkir Deleng Singkut

Redaksi | News
oleh

NIHMEDAN.COM – Pemkab Karo kedepankan edukasi, pengusaha wisata minta maaf soal parkir Deleng Singkut

Karo (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo mengedepankan pendekatan edukatif dalam menyikapi video viral terkait pengutipan uang parkir Rp20.000 di kawasan wisata Deleng Singkut, Berastagi.

Pemkab Karo bersama kepolisian turun langsung ke lokasi untuk mengingatkan pelaku usaha agar mengedepankan pelayanan yang ramah, komunikasi yang santun, transparansi serta tidak melakukan pungutan yang tidak memiliki dasar ketentuan.

Langkah tersebut mendapat respons dari pengusaha warung yang terlibat dalam video viral. Pengusaha berinisial BT menyampaikan permohonan maaf kepada Pemkab Karo, wisatawan dan masyarakat atas kejadian tersebut.

Dalam video yang direkam pada Selasa (25/8), BT menjelaskan kendaraan wisatawan saat itu diparkir di lahan milik pribadi di sekitar tempat usahanya.

Ia mengatakan sebelumnya pengunjung telah diingatkan untuk mencari lokasi parkir lain apabila tidak berniat singgah atau berbelanja di warung tersebut.

Selama ini, katanya, pihak warung tidak pernah mengenakan biaya parkir kepada pengunjung yang berbelanja. Bahkan, wisatawan yang hanya membeli minuman tetap diperbolehkan memarkirkan kendaraan di lokasi tersebut tanpa dipungut biaya.

Menurut dia, pengutipan Rp20.000 terjadi secara spontan karena emosi setelah kendaraan tetap diparkir di area usaha meskipun pengunjung telah diingatkan. “Atas kejadian itu, saya menyampaikan permohonan maaf. Seharusnya hal itu tidak terjadi,” katanya.

Menanggapi persoalan tersebut, Pemkab Karo bersama kepolisian telah meninjau kawasan Deleng Singkut pada Senin (24/8).

Sesuai arahan Bupati Karo Antonius Ginting, tim gabungan yang terdiri atas Kepala Dinas Perhubungan Karo Frolin Perangin-angin, Kasatpol PP John Karnanta Sembiring, Kepala Dinas Kominfo Hesti Maria Br Tarigan serta Kapolsek Berastagi AKP Dedi Ginting melakukan peninjauan untuk memastikan kondisi di lapangan tetap kondusif.

Petugas juga menyisir kawasan wisata sekaligus memberikan edukasi kepada pelaku usaha mengenai pentingnya pelayanan yang baik bagi wisatawan.

Pemkab Karo menegaskan hingga saat ini belum terdapat penetapan retribusi resmi maupun pengelolaan parkir daerah di kawasan Deleng Singkut. Karena itu, setiap pungutan kepada wisatawan harus memiliki dasar dan ketentuan yang jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Persoalan tersebut sekaligus menjadi momentum membangun pemahaman antara wisatawan dan pelaku usaha. Pengelolaan parkir yang tertib, menurut pemerintah daerah, harus diiringi komunikasi yang baik sehingga persoalan penggunaan lahan tidak berkembang menjadi konflik.

Dari penelusuran di lapangan, persoalan kendaraan wisatawan yang menggunakan area parkir di sekitar tempat usaha sementara aktivitas belanja dilakukan di lokasi lain disebut bukan hal baru.

Sejumlah pelaku usaha mengaku pernah menghadapi situasi serupa, terutama saat kawasan wisata ramai dikunjungi.

Salah seorang pelaku usaha bermarga Perangin-angin mengatakan penyediaan area parkir juga membutuhkan ruang dan pengelolaan yang dilakukan oleh pelaku usaha.

“Kadang pengunjung kurang memahami. Mereka parkir di lokasi kami, tetapi berbelanja di tempat lain. Padahal, kami juga yang menyediakan dan mengelola areal parkir bagi pengunjung,” ujarnya.

Meski demikian, Pemkab Karo mengingatkan persoalan tersebut harus diselesaikan melalui komunikasi yang santun tanpa melakukan pungutan yang tidak memiliki dasar ketentuan.

Pelaku usaha juga diharapkan memberikan informasi yang jelas kepada wisatawan mengenai lokasi parkir dan fasilitas yang tersedia.

Pendekatan edukatif tersebut diharapkan mampu menciptakan kawasan Deleng Singkut yang lebih tertib, aman, nyaman dan ramah bagi wisatawan.

Pemkab Karo menilai pengalaman wisatawan tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi, tetapi juga oleh cara mereka diterima dan dilayani selama berada di kawasan wisata.

Dengan pengelolaan parkir yang jelas, komunikasi yang baik dan pelayanan yang ramah, pemerintah daerah berharap persoalan serupa tidak kembali terjadi serta citra Deleng Singkut sebagai salah satu kawasan wisata di Berastagi tetap terjaga.***

No More Posts Available.

No more pages to load.